oleh

Berhentikan Perangkat Desa Seenaknya, Kades Batu Putih Balas Komentar Cuitan di Group Whatsapp


Berhentikan Perangkat Desa Seenaknya, Kades Batu Putih Balas Komentar Cuitan di Group Whatsapp

– Hari itu, Sabtu pagi (18/8/18), sekitar Jam 9:50 Wib sampai dengan kurang lebih pukul 13:30 siang. Disebuah Grup Whatsapp (WA) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Bernama Forum Masyarakat Kab.OKU, ramai dengan perbincangan dan komentar tentang pemecatan Perangkat Desa, oleh salah satu Kepala Desa (Kades) di OKU. Yakni Medi Candra, tepatnya Kades Batu Putih, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU, Provinsi Sumsel.

Dimana komentar tersebut bermunculan, berawal dari sebuah cuitan komen salah satu penghuni grup bernama Erikson, dengan nomor kontak 085268881665. Yang mengatakan jika Kades Batu Putih telah memberhentikan Sekertaris Desa (Sekdes) dan Kepala Dusun (Kadus) tanpa ada kemufakatan terlebih dahulu atau secara tiba-tiba.

“Untuk diketahui bersama bagi wartawan Baturaja. Bahwa perangkat Desa Batu Putih Sekdes masih berjalan tahu-tahu dipecat oleh Kades tanpa alasan yang tepat. Kadus yang diangkat tidak penuh syarat, dan Sekdes yang diangkat juga tidak memenuhi syarat. Sejak kepeminpinan Kades sekarang Medi Candra, oper memberhentikan perangkat seenaknya tanpa ada mufakat dengan BPD ,”tulis Erikson di grup WA.

Berawal dari Komen tersebutlah, muncul berbagai tanggapan positif dan negatif dari penghuni grup, ada yang merespon dan ada yang tidak. “Nah itu dia…….over acting….,”kata seorang penghuni grup bernama A. Darmawi, mulai merespon.

Ditambah dengan penguhi grup lainnya. Syiful Amin SH, ikut berkomentar ,”Izin melok Sharing pendapat. Sebaiknya BPD menelaah kasus tersebut dengan mempelajari Perda Kab.OKU dan Perbup OKU yang mengatur tentang Pemerintahan Desa/Prosedur Penggantian Perangkat Desa. Jika terbukti Kades melanggar aturan, BPD punya hak untuk memanggil Kades guna diminta penjelasannya. Jika Kades terbukti melanggar aturan perundangan, maka BPD mengusulkan kepada Bupati OKU agar menjatuhkan sanksi administratif. Jika ditemukan bukti melakukan tindak pidana, laporkan dengan Penegak Hukum ,”tulisnya.

BACA JUGA =  Bupati OKU Drs. H. Kuryana Azis, Kukuhkan Paskibraka Kabupaten OKU tahun 2019.

“Saran, Sambung Syiful Amin SH, salah satu cara utk mengurangi potensi penyalah gunaan Dana Desa/APBN oleh Kades (baca: Korupsi), yaitu mulai Tahun 2019 setiap Kades harus melaporkan Harta Kekayaannya kepada KPK melalui LHKPN ,”katanya.

Disambung rekan penghuni grup bernama Ardian Fahrizal ,”Apakah ada aturan rombak kabinet Desa harus ada mufakat dari BPD ?Jangan segampang itu menyebarkan informasi apapun dalam group ini. Pelajari dulu aturannya, permasalahannya, perhatikan pula aspek-aspek penentu dalam masalah tersebut. Jangan asal sebar informasi tanpa data konkrit. Sepertinya nama “Erikson” ini juga nama salah satu kades/mantan Kades di OKU. Benarkah? ,”tanggap Ardian Fahrizal.

Selanjutnya, akun WA bernama
Surat kabar OKU POS, juga ikut berkomentar ,”Aku tau nian kades Batu Putih itu dulu sebelum jadi kades Wartawan Kami OKU POS, kalu Dio dak tau aturan nak kendak dewek berartilah mulai bengkok jalan tu tapi saya sebagai orang yang tau dan kenal seperti nya tidak yakin bila kades Batu Putih tu kemasukan roh puyang Sekendak hati selamo ini masih sering mintak petunjuk dan diskusi sambil ngopi ,”paparnya.

“Ini ide bagus bos
aku di ajak dak ,”balas akun bernama Dedy. Disauti akun bernama Darman Syafei ,”Ajak dindo Wahyu, Dedy jangan ditinggal kader masa depan ,”sautnya.

Ardian Fahrizal, menambahkan komentarnya ,”
Sebelum jadi kades juga, kades Batu Putih itu anggota BPD di Desanyo. Ngelotok kering kades itu soal Perdes dan lain-lain sebelum jadi Kades. Wahai Pak @⁨Erikson⁩ .. kamukan baru sudah jadi Kades yang kemarin nak ketiga kalinyo (tapi kalah) tentu juga sangat faham Perdes tentang pengangkatan/pemberhentian resufle Perangkat Desa. Dak Kanada nian ah dak faham tentang siapa yang punya hak priogatif soal itu. #2019awasblunder ,”ungkapnya.

BACA JUGA =  Seperti Tak Kenal Waktu, Satreskrim Polres OKU Kembali Tanggkap Pelaku Penjambretan

Tidak sampai disitu, komentar terus berlanjut ,” Nah lho..
Bagai makmana pula tini..?,”canda Dedy ,”Sebaiknya di konfirmasi ke ybs (yang bersangkutan, red) sang Kades. Agar jelas dasar pemberhentian apa dan kenapa di berhentikan, supaya tidak saling- saling…?, Saya lihat ada no kades Batu Putih di masukkan ke group ini.. ya boleh lah kita dengar komentarnya yang sedang hot di bicarakan sekarang ini “tambah Dedy.

Setelah namanya berulang kali disebut, akhirnya Medi Candra selaku Kades Batu Putih yang menjadi topik pembicaraan mengeluarkan statmen pembelaannya. Meski Medi mengakui bahwa memang benar jika dirinya telah memberhentikan Perangkat Desa yang dimaksud.

“Oke makasih buat semua anggota Grup. Biar saya konfirmasi langsung, itu ada perangkat Desa yang saya berhentikan pada awal tahun 2017. Bernama Venny Monandar putri dari kaur pemerintahan, dikarnakan suda lebih dari 3x berturut-turut tidak piket kantor, daftar piket jelas. Dan jarang menghadiri rapat di kantor Desa, mungkin karena kesibukanya di ruangan asisten 1 Pemda. Dasar pemberhentian sesuai dengan MOU antara seluruh perangkat Desa. Nanti saya kirim Mou nya soal perangkat Sekdes dan kadus itu sudah melalui musyawarah Desa dan musyawarah Dusun di hadiri oleh BPD, dan SK yang baru mereka bukan di lantik tetapi melanjutkan jabatan. Trims. mohon maaf bagi bapak-bapak yg terhormat atas ke tidak nyamanan berita ini..??? klo ada yang ingin tau lebih jelas silahkan buat jadwal untuk bertemu dengan saya langsung..jangan main kucing-kucingan…wassalam ,”tukas Medi, seraya membalas komen dari Surat kabar OKU “???? siap kak..pokoknyo tolong ingatkan dan nasehati aku kalo sampai aku ada kesalahan..maklum kita manusia tidak luput dari salah dan hilaf.

BACA JUGA =  Camat Lengkiti Lakukan Monitorimg dan Evaluasi kegiatan APBDes Tahap Satu. Hari Pertama di dua Desa.

“Nah….ado yang jadi kenyo kucing….,”balas akun bernama Asbarudin73, menyikapi komentar Kades. Dilanjutkan Dedy ,”Nah.. jelaskan jadi kalo nak dibuat berita jangan dibalik-balikkan…gek jadi kucing ,”candanya. Dilanjutkan penghuni grup bernama Santok ,”Ini ada apa kok ribut-ribut gitu aja kok susah. Yang jelas biasanya ada asap pasti ada api, ada gula pasti ada semut tugas kita apa yang didengar, dirasakan, dan di lihat itu ya harus kita tulis ,”tutur Santok, dibalas dengan canda oleh Dedy ,”Ati2 pak nulis.. jangan jadi kucing ,”canda Dedy. “Yang jelas sdh ada nara sumber tinggal jalankan fungsi untuk melakukan konfirmasi lebih jelas ,”balas Santok.

Sementara yang lain saling membalas komen, Kades Batu Putih kembali menyampaikan komentar ,”Ini MOU saya dengan perangkat dan Rt. Sebelum mereka say lantik..?? tenang pak kita profesional kok. ??belum keno penyakit ilmu sekendak ati ??? ,”terangnya, sambil memposting poto surat kesepakatan yang ditanda tangani dirinya beserta Ketua BPD. Dan berkas daftar MOU Nota kesepahaman.

“Nah.. jelaskan jadi kalo nak di buat berita jangan di balik-balikkan.. gek jadi kucing. Des.. pacak dak ngiliat langsung, jangan lewat WA biar kami biso bantu mengklearkannyo..?,” jawab Dedy, yang tidak di gubris oleh Kades. (Hend)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed