oleh

Saat Virus Corona Mewabah, Pemkab OKU Tetap Laksanakan Tender Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo

 

OKU – Dermaga.Online
Akhir-akhir ini sering jadi pembicaran di kalangan masyarakat OKU, mulai dari pembicaraan di warung kopi sampai dengan di media sosial terkait pembongkaran bangunan RSUD Ibnu Sutowo sejak 2 (dua) tahun yang lalu.
Menurut beberapa pihak sangat di sayangkan setelah di lakukan pembongkaran sebagian bangunan yang telah di samaratakan dengan tanah itu, namun sampai sekarang masih terbengkalai sehingga di vonis warga OKU hal itu menimbulkan banyaknya kerugian yang dirasakan, diantaranya pelayanan RSUD Ibnu Sotowo yang berdampak terkait masalah ruang rawat inap bagi pasien.

Mungkin keluhan masyarakat inilah yang memicu Bupati OKU punya keinginan untuk mensegerakan pelaksanaan pembangunan tersebutnya. Rencananya dengan menggunakan anggaran APBD Kabupaten OKU tahun 2020 ini, Pemkab OKU terpaksa harus menunda beberapa kegiatan lainnya agar supaya pelaksanaan pembangunan lanjutan RSUD Ibnu Sotowo akan tetap terlaksana dan diharapkan dapat segera selesai untuk dapar difungsikan.

Setelah gagalnya tender di tahun 2019 lalu, dimana akhirnya tender tersebut harus di tunda dan di lanjutkan di tahun 2020 ini.
Pada bulan Januari 2020 telah dilaksanakannya tender pembangunan lanjutan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, yang di kelola oleh LPSE kabupaten OKU serentak dengan tender anggaran proyek beberapa dinas di kabupaten OKU lainnya.
Kini Rencana Pembangunan Lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sutowo Baturaja seperti yang tertera di LPSE kab. OKU, telah memasuki tahap penandatangan kontrak. Hal ini di sampaikan langsung oleh Karel Akbar selaku Kabag Pembangunan dan LPSE Pemkab OKU beberapa hari yang lalu di ruang kerjanya.
“Ada 50 perusahaan rekanan yang ikut mendaftar katanya pada pelaksanaan tender tersebut. Sementara yang memasukkan penawaran hanya ada 2 (dua) perusahaan dan hasil evaluasi akhirnya di menangkan oleh PT. Mam Energindo dari Jakarta dengan nilai negosiasi Rp. 53.375.550.977,6 dari nilai yang di tawarkan sebesar Rp. 58.700.000.000,0 pemenang tender ini telah diumumkan pada tanggal 27 Maret 2020″. Papar Karel.

BACA JUGA =  Camat Lengkiti Lantik 102 Orang anggota BPD Priode 2018-2024

Berbagai tanggapan masyarakat terkait pembangunan RSUD Ibnu Sutowo ini, diantaranya (Sy) sangat menyayangkan, pemerintah kab. OKU terkesan terburu-buru dan dipaksakan serta tidak dilakukan kajian ulang anggaran terkait pembangunan RSUD ini, dimana sama-sama kita ketahui bahwasanya pandemi covid 19 sedang melanda kabupaten ini.
Dampak dari pandemi sangat terasa masif sekali dimasyarakat terutama di sektor ekonomi dengan menurunnya income perkapita KK. Apalagi sekarang, OKU sudah dinyatakan termasuk zona merah pandemi covid 19/corona. Pemkab OKUpun menganjurkan agar masyarakat waspada, wajib mentati protokol kesehatan yang dianjurkan salah satunya melakukan physical social distancing. Tentunya ini berdampak bagi masyarakat, banyak masyarakat harus kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan dari dampak pandemi ini.
Menurut hemat saya kata (Sy) alangkah baiknya apabila pemerintah mengkaji ulang besaran angka anggaran pengerjaan proyek RSUD ini, dimana masyarakat kita sekarang sedang banyak sekali terhimpit persoalan ekonomi.
Ya mungkin separuh anggaran itu bisa dialihkan sementara waktu kehal-hal yang bersifat mendongkrak perekonomian masyarakat.
Karena sampai sekarang pun kita tidak pernah tahu kapan pandemi Covid 19 ini akan berakhir. Ujarnya

BACA JUGA =  PCNU OKU Rapatkan Barisan, Bentuk Relawan, Bantu Pemerintah Lawan Covid 19.

Begitu juga tanggapan (Ap) selaku ketua salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang peduli dengan pembangunan di kabupaten OKU, mengatakan ” dari awal, mulai dari pembongkaran hingga rencana pelaksanaan pembangunan di lokasi bangunan RSUD Ibnu Sutowo yang lama memang seolah ada kesan kegiatan pembangunan tersebut di paksakan. Sementara ini, kami selaku LSM yang selalu aktif memperhatikan dan mengkritik pemerintah demi untuk kebaikan kemajuan pembangunan di kabupaten OKU berharap kiranya Pemkab lebih mematangkan perencanaan dan pembangunan RSUD ini. Apalagi sudah pernah gagalnya pelaksanaan tender pertama di tahun 2019 lalu. Kan kasihan dengan masyarakat jika pembangunan RSUD tak kunjung selesai”. Jelasnya. (Dedy)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

News Feed